Simpang Kemelaratan

Posted: April 7, 2008 in Indonesiaku Sayang

Banyak yang mengatakan bahwa indonesia adalah sebuah negara yang makmur dimana seluruh rakyatnya hidup selayaknya. Itu mungkin ucapan buat orang-orang yang gak pernah membuka mata akan kejadian yang sebenarnya terjadi di negara ini. Andai saja mereka sadar, masih banyak orang-orang yang hidup di bawah garis kemiskinan di luar sana. Gak perlu jauh -jauh, lihat saja di sekitar lampu merah. Masih banyak pengemis yang berkeliaran. Yang paling menyentuh hati ketika aku menemukan seorang ibu sambil membawa seorang bayi yang masih terlalu kecil untuk hidup dijalanan. Ibu itu terlihat begitu lusuh, sambil menggendong bayinya dia menghampiri setiap pengendara dengan berharap belas kasihan mereka untuk mengulurkan tangan sambil berharap akan mendapatkan sedikit rejeki yang berlebihan dari mereka yang mempunyai. Sungguh sangat menyayat hati buat yang melihatnya. Ada juga anak-anak kecil yang seharusnya melewati masa kanak-kanak dengan penuh canda tawa dengan bermain untuk mengenal indahnya harus berjibaku dengan panasnya terik matahari dan dinginnya angin malam belum lagi suara dan dengung kendaraan. Mereka berusaha untuk mengumpulkan sejumlah rupiah di jalanan. Mereka mengulurkan tangan dengan berharap akan ada seseorang yang mau mengisi tangan mereka agar mereka dapat menemui hari esok.
Dalam UUD yang kita miliki ada yang mengatakan kalau setiap warga indonesia itu berhak untuk mendapatkan kehidupan yang layak. Kalau sudah kayak gini, apa arti dari UUD tersebut? Apakah hanya sebuah tulisan yang menegaskan pada dunia diluar sana kalau bangsa ini bukanlah bangsa yang miskin?
Sungguh sangat ironis mengingat kenyataan yang ada, sementara orang-orang yang menjadi pilihan rakyatdengan harapan dapat memperbaiki nasib mereka justru sibuk untuk memperkaya diri sendiri untuk tunjangan masa depan dan juga anak cucunya sendiri. Seandainya mereka sempat berpikir, andai saja yang berada di simpang jalan itu adalah salah satu dari mereka atau mungkin saja anak mereka, mungkin saja mereka akan berpikir untuk melakukan pengkhianatan terhadap bangsa ini.
Semoga orang-orang yang membaca berita ini menjadi terbuka hatinya untuk selalu mau saling berbagi buat saudara-saudara kita yang masih sangat kekurangan. Karena sebanyak-banyaknya harta dan setinggi-tingginya tahta yang kita miliki semua itu hanyalah titipan Yang Maha Kuasa. Maka dari itu marilah kita membuka hati, tidaklah perlu dengan jumlah yang besar. Karena sesuatu yang mungkin sedikit bagi kita merupakan suatu hal yang sangat besar bagi saudara-saudara kita itu.

Advertisements
Comments
  1. iiiaaaa,, semoga sajahhh rakyatt endonesa makin makmur dan sejahtera..

  2. uwiuw says:

    hmm setuju dgn raddtuww tebbu, semoga awan kelabu yg menutupi wajah2 kita bisa dingkap dgn cepat agar posting2 ank bangsa tidak lagi apatis dan pesimis….sudah saatnya berubah ke masa depan…ke garda depan! heheh jadi teringat charil anwar

  3. lupitachi says:

    setuju jugaaa….
    semoga bangsa ini tetap jaya
    tanpa menyepelakan para penghuninya

  4. galih says:

    susah dikomentarin.
    bayar zakat ajha aku masih perlu diingetin 😦

    Sometimes ndak semuanya bisa kita lakukan,… selain ber-opini- ajha.

  5. theloebizz says:

    betapa indahnya ya bila kesejahteraan hidup bisa kita nikmati bersama 😉

  6. Okta Sihotang says:

    suatu masalah sosial Indonesia yang ampe sekrang lom kelar2

  7. Denny says:

    sekarang aja pemerintah berencana untuk mendidik sekitar 15 juta rakyatnya untuk menjadi pengemis. bayangkan, BBM naik 30% harga naik, UKM banyak yang akan gulung tikar, investor akan semakin bergidik hendak menanamkan investasi di Indonesia makin banyak pengangguran dan daya beli melemah, sementara hal2 tersebut hanya ditambal dengan BLT yang memberi uang tunai, membuka kran korupsi birokrasi, membuat orang miskin semakin tergantung sama pemerintah dan menjadi pengemis setiap bulang mengantri bunuh-bunuhan untuk mendapat BLT, sementara orang kaya juga masih ingin mengemis dengan berpura2 miskin untuk mendapatkan BLT. masyarakat akan susah mandiri karena mau usaha apa-apa mahal, mau nyari kerja pasti perusahaan akan menghemat pengeluaran dengan cara mengorbankan karyawannya (PHK) untuk mengimbangi ongkos BBM yang membumbung…

    gimana dong? *hanya ocehan denny*

Komentarya donkk...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s